Jumat, 02 Mei 2014

Metode Ilmiah


            1.         Pengertian Metode Ilmiah

Metode ilmiah berdasatkan dari dua suku kata yaitu metode dan ilmiah. Seandainya kita artikan satu-persatu makna dari kata-kata tersebut yakni :

      a.      Metode

Metode dapat diartikan sebagai sebuah cara yaitu cara yang teratur dan sistematis untuk mencapai maksud dan tujuan tertentu.

      b.      Ilmiah

Ilmiah : bersifat ilmu; secara ilmu pengetahuan; memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan. Diatur oleh atau sesuai dengan prinsip-prinsip ilmu pasti: prosedur ilmiah. Sistematis atau akurat dalam cara ilmu pasti. Secara umum dan keseluruhan metode ilmiah atau proses ilmiahmerupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.
Bagaimana menurut para ahli? Ini adalah beberapa pendapat para ahli diantaranya:
      ·        Menurut Almadk (1939),” metode ilmiah adalah cara menerapkan prinsip-prinsip logis  terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan kebenaran.
      ·         Sedangkan Ostle (1975) berpendapat bahwa metode ilmiah adalah pengejaran terhadap sesuatu untuk memperoleh sesuatu interelasi

            2.         Tujuan Mempelajari Metode Penulisan ilmiah
Tujuan adalah salah satu bentuk harapan untuk dimasa yang akan datang. Untuk karena itu dalam penulisan ilmiah kita tidak bias asal tulis atau tidak mengindahkan kaidah-kaidah dala penulisan ilmiah. Dalam penulisan ini kita harus mempunyai metodenya agar tulisan kita dapat dipahami dan dimengerti oleh si pembaca dikemudian hari. Ini adalah beberapa tujuan kita mempelajari metode ilmiah :
      ·         Meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasikan dan menyajikan fakta secara sistematis
      ·         Meningkatkan keterampilan dalam menulis berbagai karya tulis
      ·         Meningkatkan pengetahuan tentang mekanisme penulisan karangan ilmiah

      3.         Sikap Ilmiah
Dalam penulisan karya ilmiah, terdapat 7 sikap ilmiah yang merupakan sikap yang harus ada. Sikap-sikap ilmiah tersebut adalah sebagai berikut :
1)    Sikap Ingin Tahu
Sikap ingin tahu ini terlihat pada kebiasaan bertanya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan bidang kajiannya.
2)    Sikap Kritis
Sikap kritis ini terlihat pada kebiasaan mencari informasi sebanyak mungkin berkaitan dengan bidang kajiannya untuk dibanding-banding kelebihan -kekurangannya, kecocokan-tidaknya, kebenaran-tidaknya, dan sebagainya.
3)    Sikap Obyektif
Sikap objektif ini terlihat pada kebiasaan menyatakan apa adanya, tanpa diikuti perasaan pribadi.
4)    Sikap Ingin Menemukan
Selalu memberikan saran-saran untuk eksperimen baru. Kebiasaan menggunakan eksperimen-eksperimen dengan cara yang baik dan konstruktif. Selalu memberikan konsultasi yang baru dari pengamatan yang dilakukannya.
5)    Sikap Menghargai Karya Orang Lain
Sikap menghargai karya orang lain ini terlihat pada kebiasaan menyebutkan sumber secara jelas sekiranya pernyataan atau pendapat yang disampaikan memang berasal dari pernyataan atau pendapat orang lain.
6)    Sikap Tekun
Tidak bosan mengadakan penyelidikan, bersedia mengulangi eksperimen yang hasilnya meragukan, tidak akan berhenti melakukan kegiatan-kegiatan apabila belum selesai. Terhadap hal-hal yang ingin diketahuinya ia berusaha bekerja dengan teliti.
7)    Sikap Terbuka
Sikap terbuka ini terlihat pada kebiasaan mau mendengarkan pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain, walaupun pada akhirnya pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain tersebut tidak diterima karena tidak sepaham atau tidak sesuai.

4.         Langkah – langkah penulisan ilmiah
Bentuk laporan penulisan PI, terdiri dari :
      1.    Bagian Awal
        Bagian Awal ini terdiri dari:
1. Halaman Judul
2. Lembar Pernyataan
3. Lembar Pengesahan
4. Abstraksi
5. Halaman Kata Pengantar
6. Halaman Daftar Isi
7. Halaman Daftar Tabel
8. Halaman Daftar Gambar: Grafik, Diagram, Bagan, Peta dan sebagainya
      2.    Bagian Tengah.
Bagian tengah yerdiri dari :

      1. Bab Pendahuluan
2. Bab Landasan Teori
3. Metode Penelitian
4. Bab Analisis Data dan Pembahasan
5. Bab Kesimpulan dan Saran

      3.    Bagian Akhir.
       Bagian akhir terdiri dari:

1. Daftar Pustaka
2. Lampiran

            Penjelasan secara terinci dari Struktur Penulisan Skripsi dapat dilihat sebagai berikut :
1)      Bagian Awal.

Pada bagian ini berisi hal-hal yang berhubungan dengan penulisan skripsi    yakni sebagai berikut :

a.      Halaman Judul

Ditulis sesuai dengan cover depan Penulisan Skripsi standar sesuai universitas masing – masing mahasiswa.

b.      Lembar Pernyataan

Merupakan halaman yang berisi pernyataan bahwa penulisan skripsi ini merupakan hasil karya sendiri bukan hasil plagiat atau penjiplakan terhadap hasil karya orang lain.

c.       Lembar Pengesahan

Pada Lembar Pengesahan ini berisi Daftar Komisi Pembimbing, Daftar Nama Panitia Ujian yang terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Anggota. Pada Bagian bawah sendiri juga disertai tanda tangan Pembimbing dan Kepala Bagian Sidang Sarjana.

d.     Abstraksi
Yakni berisi ringkasan tentang hasil dan pembahasan secara garis besar dari Penulisan Skripsi dengan maximal 1 halaman.

e.      Kata Pengantar

Berisi ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang ikut berperan serta dalam pelaksanaan penelitian dan penulisan Skripsi (a.l. Rektor, Dekan, Ketua Jurusan, Pembimbing, Perusahaan, dll ).

f.        Halaman Daftar Isi

Berisi semua informasi secara garis besar dan disusun berdasarkan nomor urut halaman.

g.     Halaman Daftar Tabel
h.     Halaman Daftar Gambar, Daftar Grafik, Daftar Diagram


2)      Bagian Tengah.

a.            Pendahuluan

           
Pada Bab Pendahuluan ini terdiri dari beberapa sub pokok bab yang meliputi antara lain :

    i.      Latar Belakang Masalah

Menguraikan tentang alasan dan motivasi dari penulis terhadap topik permasalahan yang bersangkutan.

   ii.      Rumusan Masalah

Berisi masalah apa yang terjadi dan sekaligus merumuskan masalah dalam penelitian yang bersangkutan.

   iii.      Batasan Masalah

Memberikan batasan yang jelas pada bagian mana dari persoalan atau masalah yang dikaji dan bagian mana yang tidak.

   iv.      Tujuan Penelitian

Menggambarkan hasil-hasil apa yang bisa dicapai dan diharapkan dari penelitian ini dengan memberikan jawaban terhadap masalah yang diteliti.

   v.      Metode Penelitian

Menjelaskan cara pelaksanaan kegiatan penelitian, mencakup cara pengumpulan data, alat yang digunakan dan cara analisa data.

Jenis-Jenis Metode Penelitian :

1.      Studi Pustaka : Semua bahan diperoleh dari buku-buku atau jurnal.
2.      Studi Lapangan : Data diambil langsung di lokasi penelitian.
3.      Gabungan : Menggunakan gabungan kedua metode di atas.

   vi.      Sistematika Penulisan

Memberikan gambaran umum dari bab ke bab isi dari Penulisan Ilmiah

b.      Landasan Teori

Menguraikan teori-teori yang menunjang penulisan / penelitian, yang bisa diperkuat dengan menunjukkan hasil penelitian sebelumnya.

c.        Metode Penelitian

Menjelaskan cara pengambilan dan pengolahan data dengan menggunakan alat-alat analisis yang ada.

d.       Analisis Data dan Pembahasan

Membahas tentang keterkaitan antar faktor-faktor dari data yang diperoleh dari masalah yang diajukan kemudian menyelesaikan masalah tersebut dengan metode yang diajukan dan menganalisa proses dan hasil penyelesaian masalah.

e.      Kesimpulan (dan Saran)

Bab ini bisa terdiri dari Kesimpulan saja atau ditambahkan Saran.

- Kesimpulan

Berisi jawaban dari masalah yang diajukan penulis, yang diperoleh dari penelitian.

- Saran

Ditujukan kepada pihak-pihak terkait, sehubungan dengan hasil penelitian.

3)       BAGIAN AKHIR

a.              Daftar Pustaka

Berisi daftar referensi (buku, jurnal, majalah, dll), yang digunakan dalam penulisan

b.     Lampiran
Penjelasan tambahan, dapat berupa uraian, gambar, perhitungan-perhi tungan, grafik atau tabel, yang merupakan penjelasan rinci dari apa yang disajikan di bagian-bagian terkait sebelumnya.


Karangan Ilmiah

A. KARANGAN ILMIAH


Karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan di tulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Dapat juga diartikan sebagai tulisan yang didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu. Disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggung jawabkan kebenaran atau keilmiahannya. Karangan ilmiah memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  •  Objektif, keobjektifan ini menampak pada setiap fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, dan tidak dimanipulasi.
  •  Netral, kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun kelompok.
  •  Sistematis, uraian yang terdapat pada karya ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya.
  •  Logis, kelogisan ini bisa di lihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalar induktif atau deduktif.
  •  Menyajikan fakta, bukan emosi atau perasaan.
  •  Tidak pleonatis, maksudnya kata-kata yang digunakan tidak berlebihan alias hemat kata-katanya atau tidak berbelit-belit.
  •  Menggunakan ragam bahasa formal.


B. KARANGAN ILMIAH POPULER

Karangan ilmiah popular adalah pengetahuan ilmiah yang disajikan dengan tampilan format dan bahasa yang lebih enak di baca dan mudah dipahami, fakta yang disajikan harus tetap objektif dan dijiwai dengan kebenaran dan metode berfikir yang keilmuan. Karangan non ilmiah memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  •  Secara bahan menyajikan fakta objektif, bisa juga fiktif.
  •  Secara penyajian, menggunakan bahasa yang cermat, tidak selalu formal tetapi tetap taat asas, di susun secara sistematis, tidak memuat hipotesis.
  •  Sikap penulis, tidak memancing pertanyaan yang meragukan perasaan pembac agar seolah-olah mereka menghindari sendiri.
  •  Simpulan, membiarkan fakta berbicara sendiri, sekalipun didahului dengan membimbing dan mendorong pembacanya untuk berpikir aplikasinya.
  •  Sasaran masyarakat umum atau awam.
  •  Menggunakan kata-kata sederhana, mudah didentifikasi dan dipahami.
  •  Tidak memuat hipotesis.
  •  Isi dan judul harus informative dan mudah di tangkap maksudnya.
  •  Karangan ilmiah popular di susun seperti kerucut terbalik.
  •  Menggunakan bahasa yang komunikatif.


C. KARANGAN NON ILMIAH

Karangan non ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari. Bersifat subjektif, tidak di dukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa di gunakan (tidak formal). Karangan non ilmiah memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  •  Emotif, kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi.
  •  Persuasif, penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative.
  •  Deksriptif, pendapat pribadi, sebagian imajinatif, dan subjektif.
  •  Kritik tanpa dukungan bukti.

Senin, 21 April 2014

INDUKTIF

INDUKTIF

 Generalisasi

Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum.
Contoh:
Pernyataan "semua bintang sinetron berparas cantik" hanya memiliki kebenaran probabilitas karena belum pernah diselidiki kebenarannya.
Contoh kesalahannya:

·         Omas juga bintang iklan, tetapi tidak berparas cantik.




 Hipotesis dan Teori

            Suatu hipotesis sifatnya spesifik dan prediktif, membahas tentang apa yang anda harapkan akan terjadi dalam penelitian anda. Sebagai contoh, sebuah penelitian untuk melihat hubungan antara kebiasaan belajar dan kecemasan mungkin memiliki hipotesis yang menyatakan, “kami memperkirakan bahwa siswa dengan kebiasaan belajar yang lebih baik tidak mengalami banyak kecemasan”. Jika sebuah studi membahas tentang eksplorasi alam, hipotesisnya harus selalu menjelaskan apa yang diharapkan terjadi selama eksperimen atau penelitian.
            Sebuah teori adalah prinsip mapan yang telah dikembangkan untuk menjelaskan beberapa aspek dari suatu pengetahuan. Sebuah teori muncul dari pengamatan dan pengujian berulang dengan menggabungkan fakta, hukum, prediksi, dan hipotesis yang diterima secara luas.
Perbedaan antara hipotesis dan teori adalah :
·         Suatu teori memprediksi peristiwa secara umum, sedangkan hipotesis membuat prediksi spesifik tentang bagian tertentu suatu keadaan.
·         Suatu teori telah diuji secara luas dan diterima secara umum, sedangkan hipotesis adalah dugaan spekulatif yang belum diuji.

Analogi

            Paragraf analogi adalah paragraf yang penalarannya dengan cara membandingkan dua hal yang banyak mengandung persamaan. Dalam membuat paragraf analogi ini kita diharuskan memikirkan 2 hal yang memiliki kesamaan. Proses berfikir ini ialah yang disebut proses berfikir induktif.
Contoh :
            Belajar dengan menggunakan buku dan kertas seperti pedang yang berkepala dua. Jika menggunakan kertas terlalu banyak dapat menyebabkan hutan gundul dan pemanasan global terjadi. Tapi apabila tidak menggunakan kertas dapat menyebabkan orang tidak dapat belajar dengan baik apalagi yang memiliki tingkat ekonomi terbatas serba salah untuk mengambil keputusan seperti saat menggunakan pedang berkepala dua yang  bisa menyerang dua arah yang berlawanan.

 Hubungan Kausal

            Hubungan kausal adalah pola penyusunan paragraf dengan menggunakan fakta-fakta yang memiliki pola hubungan sebab akibat. Paragraf hubungan sebab akibat merupakan paragraf yang dimulai dengan mengemukakan fakta khusus yang menjadi sebab, dan sampai pada simpulan yang menjadi akibat.
Contoh:
Kemarau tahun ini cukup panjang. Sebelumnya pohon=pohon di utan sebagai penyerap air banyak yang ditebang. Di samping itu, irigasi di desa ini tidak lancar. Ditambah lagi dengan harga pupuk yang semakin mahal dan kurangnya pengetahuan para petani dalam menggarap lahan pertaniannya. Oleh karena itu, tidak mengherankan panen di desa ini selalu gagal.
Ada tiga pola hubungan kausalitas, yaitu sebab-akibat, akibat-sebab, dan sebab-akibat satu dan akibat dua.
·         Sebab-akibat
Penalaran ini berawal dari peristiwa yang merupakan sebab, kemudian sampai pada kesimpulan sebagai akibatnya. Polanya adalah A mengakibatkan B. hal penting yang perlu kita perhatikan dalam membuat kesimpulan pola sebab-akibat adalah kecermatan dalam menganalisis peristiwa atau faktor penyebab.
·         Akibat-sebab
Dalam pola ini kita memulai dengan peristiwa yang menjadi akibat. Peristiwa ini kemudian kita analisis untuk mencari penyebabnya. Suatu penyebab dapat menimbulkan serangkaian akibat. Akibat pertama berubah menjadi sebab yang menimbulkan akibat kedua. Demikian seterusnya hingga timbul rangkaian beberapa akibat.

Induksi Dalam Metode Eksposisi

Eksposisi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang dimana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, akurat, dan padat. Karangan ini berisi untaian atau enjelasan tentang suatu topic dengan tujuan member informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca. Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik. Sebagai catatan, tidak jarang eksposisi ditemukan hanya berisi untaian tentang langkah/cara/proses kerja. Eksposisi demikian lazim disebut paparn proses.
Langkah menyusun eksposisi :
·         Menentukan topic/tema
·         Menetapkan tujuan
·         Mengumpulkan data dari berbagai sumber
·         Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih
·         Mengembangkan kerangka menjadi karangan eksposisi


Sumber :
  

Rabu, 26 Maret 2014

BAB I

BAB I
PENDAHULUAN
1.1         Latar Belakang Masalah
Sekarang ini perkembangan teknologi informasi memainkan peranan yang sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan, seperti bidang industri, perdagangan, kesehatan, pendidikan dan sebagainya. Internet merupakan jaringan komputer global di seluruh dunia sebagai media komunikasi dan informasi modern yang dapat memberikan serta menampilkan berbagai informasi dan data kepada publik. Suatu lembaga, instansi pemerintah atau swasta dapat memberikan serta menampilkan profil, iklan, data dan informasi kepada publik melalui internet dengan memanfaatkan fasilitas website.
Dalam era globalisasi sekarang ini, kemajuan teknologi sangat dibutuhkan. Kemajuan teknologi tersebut dapat dimanfaatkan dengan sangat tepat bagi kalangan bisnis, wirausaha, ekonom, para pengembang TI maupun masyarakat luas. Salah satu dari kemajuan teknologi yang sangat popular ialah internet. Pada awalnya internet hanya digunakan sebagai penyedia informasi, kini internet juga digunakan untuk melakukan transaksi bisnis(commerce). Berbagaimanapun cara dilakukan oleh perusahaan-perusahaan baik besar maupun kecil untuk dapat mencapai harapan. Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah dengan membuat iklan yang menarik. Jenis iklan yang kita kenal ada bermacam-macam yaitu berupa spanduk, brosur, iklan pendek yang terdapat pada koran maupun majalah. Iklan tersebut mungkin kurang menarik dari segi bentuk maupun tampilannya karena hanya memperlihatkan produk berupa gambar maupun tulisan secara abstrak. Iklan yang dianggap menarik adalah iklan yang dapat menjelaskan, memperlihatkan, memaparkan dengan jelas dan juga ditambah dengan tampilan visualisasi yang menarik, sehingga mudah untuk dipahami dan dimengerti. Untuk itu dibuatlah jenis iklan yang berbeda dari iklan yang lain yaitu dengan dibuatnya web pemasaran melalui jaringan internet.
Dengan demikian, penulis mencoba membuat situs yang bertemakan tentang “SEPAKBOLA” yang dapat membantu para konsumen untuk tidak bersusah payah mencari berita tentang sepakbola di jaman secanggih dan se-modern seperti ini. Dengan demikian masyarakat bisa mendapat informasi secara update dengan sistem online.

1.2         Batasan Masalah
   Dalam penulisan ini penulis hanya akan membatasi masalah dalam Pembuatan Web sepakbola Dengan Menggunakan Adobe Dreamweaver CS5. Fasilitas yang didapat dari web tersebut yaitu tampilan yang menarik, sekilas tentang berita ter-update, berita transfer pemain, serta jadwal pertandingan.


1.3         Tujuan Penulisan
   Pembuatan web ini bertujuan untuk mempermudah pengakses untuk melihat dan membaca berita tim kesayangan mereka secara update, efisien, cepat melalui situs website ini.


1.4          Metode Penulisan
Metode Penullisan Ilmiah yang digunakan adalah:
a)                  Studi Pustaka, yaitu dengan membaca dan mencari buku-buku yang berkaitan dengan pembuatan web dan mempelajari tutorial Adobe Dreamweaver CS 5.
b)                  Studi Lapangan, yaitu mengumpulkan data-data penting yang dijadikan sebagai penunjang penulisan ini.





1.5      Sistematika Penulisan
        Untuk mempermudah penulisan ilmiah, penulis membuat suatu sistematika penulisan yang menyajikan suatu gambaran secara singkat mengenai permasalahan yang akan dibahas dalam penulisan ini. Sistematika penulisan sebagai berikut:


BAB I       PENDAHULUAN
Berisikan tentang Latar Belakang, Batasan Masalah, Tujuan Penulisan, Metode penulisan dan Sistematika Penulisan.
 BAB II     LANDASAN TEORI
Bab ini berisi penjelasan teori-teori yang mendukung penulisan ilmiah ini, serta bahasa pemprograman yang digunakan.
BAB III    PEMBAHASAN
Bab ini berisi rancangan dan tahap-tahap dalam pembuatan website, perancangan sistem, uji coba dan evaluasi pada website ini.
BAB IV    PENUTUP
Bab ini berisi kesimpulan dari pembahasan pada bab-bab sebelumnya dan saran-saran yang penulis harapkan dapat bermanfaat bagi pihak-pihak terkait yang akan mengembangkannya.